This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Pages

Senin, 05 Desember 2011

Biodata dan Profil Arthur Irawan

Pemain muda asal tanah air ini menajdi incaran klub salah satu klub elit di Barcelona, Espanyol berhasil melihat potensi yang ada pada diri Arthur Irawan.

Arthur mulai bermain di Jakarta selama 8 tahun layaknya bocah-bocah lain pada umumnya dan sempat menarik minat Manchester United pada usia dini. Tapi ia dan keluarganya lebih memilih untuk terus menjalani studi," sebut Espanyol di situs resminya. Arthur Irawan adalah asli Warga Negara Indonesia (WNI) dan bukan pemain keturunan.

Arthur Irawan sempat mengikuti seleksi timnas U-23 bulan Januari 2011 lalu. Namun, ketika itu ia tidak terpilih. Beberapa bulan berselang, nama pemain berusia 18 tahun tersebut muncul lagi. kemarin Kamis (10/11/2011), Espanyol mengumumkan sudah merekrut Arthur. Bahkan, di situs resmi Espanyol, tampak foto-foto Arthur tengah berlatih bersama sejumlah pemain klub itu.

Profil dan Biodata Andik Vermansyah

Andik memulai karier sepak bola sejak remaja di klub Persebaya. Ia pun berhasil membawa tim Persebaya U-18 menjadi juara Liga Remaja Regional Jawa Timur pada 2007. Andik saat itu ikut medali emas bagi Kota Surabaya dalam Pekan Olahraga Provinsi 2007.

Bakat Andik terus terasah dan masuk tim Persebaya Surabaya pada usia 17 tahun. Ia termasuk pemain termuda di tim berjuluk "Bajul Ijo" ini. Andik lalu dipanggil memperkuat tim Jawa Timur dalan Pekan Olahraga Nasional 2008 di Kalimantan dan turut andil menyumbangkan emas.

Persebaya bersalin rupa menjadi Persebaya 1927 yang berlaga di Liga Primer Indonesia. Andik memilih bertahan di Surabaya. Persebaya beruntung bisa memiliki gelandang energik, cepat dan ngotot di lapangan ini.

Andik semakin melambung ke tingkat nasional setelah dipanggil dalam skuad tim nasional U-23 di bawah besutan pelatih Rahmad Darmawan. Ia memperlihatkan permainan cepat dalam SEA Games XXVI meski tim Indonesia hanya mendapat perak setelah kalah dari Malaysia.